Artikel Terkait

Juni 14, 2024

ESSA Paparkan Inisiatif Konservasi Maleo dalam Sharing Session bersama PRZT-BRIN

Juni 14, 2024

ESSA Masuk dalam Daftar “20 Perusahaan Teratas yang Harus Diperhatikan di Tahun 2024” versi Bloomberg Technoz

Juni 14, 2024

Presiden Direktur & CEO ESSA Group, Kanishk Laroya masuk dalam daftar 40 Under 40 Tahun 2024 versi Fortune Indonesia

April 22, 2024

ESSA Catatkan Kinerja Solid di Kuartal Pertama 2024 Didukung Peningkatan Produktivitas dan Pengendalian Biaya yang Optimal

Maret 21, 2024

ESSA Umumkan Pembagian Dividen pada Tahun Ketiga secara berturut-turut : Mempertahankan Nilai Pemegang Saham

Februari 05, 2024

ESSA Catatkan Laba yang Lebih Baik di Kuartal IV Tahun 2023, Didukung oleh Peningkatan Harga Komoditas

Anak Perusahaan PT Surya Esa Perkasa Tbk Yaitu PT Panca Amara Utama Telah Menandatangani Kontrak EPC Dengan PT Rekayasa Industri

Jakarta, 23 Juni 2015 – PT Surya Esa Perkasa Tbk. (“SEP” atau “Perseroan”), dengan suka cita mengumumkan bahwa anak perusahaannya, PT Panca Amara Utama (“PAU”), telah menetapkan Kontrak EPC untuk pabrik amoniak-nya kepada PT Rekayasa Industri (“Rekind”), menggantikan Konsorsium Toyo Engineering Corporation (Jepang, “Toyo”) dan PT Inti Karya Persada Tehnik (“IKPT”) hari ini.

Pekerjaan EPC tersebut akan dilakukan secara turnkey yang mencakup jasa Engineering, Procurement, Construction (“EPC”) dan jasa commissioning dari pabrik Amoniak berskala dunia yang memiliki kapasitas desain 2.090 ton per hari, di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Jadwal penyelesaian proyek tersebut adalah 28 bulan.

Kontrak EPC ini menandai tonggak final bagi PAU untuk memulai konstruksi pabrik setelah memperoleh persetujuan para krediturnya untuk biaya proyek sebesar USD 830 juta pekan lalu, dan menandatangani Perjanjian Lisensi teknologi dengan Kellogg Brown & Root (Amerika Serikat, “KBR”) pada awal minggu ini.

Pabrik ini dirancang menggunakan KBR Reforming Exchanger System (“KRES”) dan Purifier Technology, penerapan teknologi pertama di Asia.

“Kami sangat bangga menjadi pabrik pertama yang menerapkan teknologi terdepan, tidak hanya di Indonesia tapi di Asia, dan diharapkan proyek ini menjadi katalis untuk akses pertumbuhan di Indonesia dengan teknologi terkemuka di dunia. Kerjasama antara Rekind dan PAU, dua perusahaan nasional, akan menciptakan benchmark untuk pabrik amoniak di seluruh dunia. Yang paling penting, kita juga turut berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami juga bersuka cita karena 61% dari biaya proyek diharapkan akan diserap di Indonesia, dan selanjutnya juga 87% dari biaya operasional” kata Vinod Laroya, Direktur Eksekutif PAU.

Dengan menggunakan sumber gas alam dari lapangan Senoro-Toili yang dioperasikan oleh JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi, PAU akan menghasilkan amoniak 700.000 ton per tahun di fasilitas pabrik amoniak-nya. Pembiayaan untuk proyek tersebut telah dipimpin oleh International Finance Corporation (“IFC”), didukung oleh 7 bank internasional (UOB, ANZ, OCBC, KDB, HSBC, Standard Chartered, dan SMBC). Proyek ini turut mendukung kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan utilisasi domestik dan penambahan nilai dari gas alam. PAU adalah perusahaan yang 60% sahamnya dimiliki oleh Perseroan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Financial & Investors Relations Media:
Kanishk Laroya
VP Corporate Affairs & Investor Relations
Tel: +62 21 2988 5600
Fax: +62 21 2988 5601
Email: investor.relations@sep.co.id

General Media:
Sugiri Soedjijo
Corporate Secretary & Head of Legal
Tel: +62 21 2988 5600
Fax: +62 21 2988 5601
Email: corporate.secretary@sep.co.id