Artikel Terkait

September 26, 2022

ESSA melanjutkan kontribusinya terhadap Energi Bersih Masa Depan

Juli 27, 2022

ESSA Mencatatkan Kinerja Terbaik Perseroan

Juni 07, 2022

Berita Rilis ESSA RUPST 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2021

Oktober 19, 2020

Pengumuman RUPSLB

PT Surya Esa Perkasa Tbk Menyelesaikan Ekspansi Kilang LPG Bersamaan dengan Anak Usahanya, PT Panca Amara Utama Dinobatkan sebagai Asia-Pacific Petrochemical Deal of the Year

PT Surya Esa Perkasa Tbk Menyelesaikan Ekspansi Kilang LPG Bersamaan dengan Anak Usahanya, PT Panca Amara Utama Dinobatkan sebagai Asia-Pacific Petrochemical Deal of the Year

Jakarta, 22 Desember 2014 – PT Surya Esa Perkasa Tbk. (“SEP” atau “Perseroan”), satu-satunya perusahaan Kilang LPG yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, telah menyelesaikan proyek ekspansi kilang SEP (“Proyek Ekspansi”) dan meningkatkan kapasitas produksi lebih dari 50% dari sekitar 120 Ton per hari (TPD) menjadi 190 TPD. Proyek Ekspansi ini menggunakan teknologi Turbo Expander Cryogenic yang terkini. Peningkatan kapasitas produksi tersebut diharapkan membantu memperkuat posisi Perseroan sebagai pemain utama swasta dalam industri LPG nasional.

Perseroan telah berinvestasi sekitar USD 23 juta untuk Proyek Ekspansi, dimana Process Technology, Engineering dan Equipment diperoleh dari Enerflex Canada. Sedangkan Project Management, Procurement & Construction dikerjakan oleh tim internal SEP. Perseroan dengan suka cita melaporkan Proyek Ekspansi telah diselesaikan dengan Zero Accidents (tingkat kecelakaan nihil), dan zero down time untuk fasilitas kilang eksisting pada fase konstruksi.

Melengkapi suksesnya Proyek Ekspansi, Perseroan dengan rasa syukur menyampaikan bahwa anak usahanya, PT Panca Amara Utama (“PAU”), menerima penghargaan Asia-Pacific Petrochemical Deal of the Year Award untuk tahun 2014 dari Project Finance International (“PFI”). PFI adalah sumber project financing PAU menorehkan tonggak bersejarah yang penting di Indonesia, menjadi pabrik amoniak pertama di Sulawesi dan pabrik amoniak pertama di Indonesia yang disponsori pihak swasta. Fasilitas pinjaman sindikasi sebesar USD 509 juta dipimpin oleh International Finance Corporation (“IFC”), dan termasuk tujuh bank internasional; United Overseas Bank (UOB), Standard Chartered Bank (SCB), The Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ), The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC), Korea Development Bank (KDB), The Oversea-Chinese Banking Corporation terbatas (OCBC) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Proyek ini merupakan pendanaan terbesar proyek greenfield IFC di Asia selama decade terakhir.

“Kami sangat bersyukur bahwa pekerjaan kami telah diakui oleh publikasi project finance yang disegani tersebut. Sebagai perusahaan Indonesia, penghargaan ini mencerminkan keinginan kuat kami terhadap memberikan nilai tambah yang tinggi terhadap sumber daya alam Indonesia. Kami menghargai IFC dan

pemberi pinjaman atas kepercayaannya dalam proyek kami dan peran penting mereka dalam realisasinya,” kata Direktur Eksekutif SEP, Vinod Laroya.

***

 Mengenai PT Surya Esa Perkasa Tbk.

SEP didirikan pada 2006 untuk berperan aktif dan menjadi pemain terkemuka dalam rangka pemenuhan kebutuhan produk gas hilir nasional. Kegiatan usaha utama SEP adalah pemurnian dan pengolahan gas bumiuntuk menghasilkan LPG (liquefied petroleum gas) dan Kondensat. Perusahaan memiliki dan mengoperasikan kilang LPG terbesar kedua di Indonesia (tidak termasuk operator PSC). Perusahaan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, dengan fasilitas produksi berlokasi di Palembang, Indonesia. Pada 1 Febuari 2012, SEP menjadi perusahaan pengolah LPG pertama yang mencatatkan sahamnya di Indonesia Stock Exchange (kode IDX: ESSA).

Pada Agustus 2011, SEP mengakuisisi 59.98% PT Panca Amara Utama (PAU), sebuah perusahaan yang telah memperoleh alokasi gas sebesar 55 MMSCFD dari wilayah kerja Senoro-Toili di Sulawesi Tengah, Indonesia. PAU berencana membangun pabrik pengolahan amoniak berkapasitas 700,000 MT per tahun yang diharapkan akan memulai berproduksi secara komersial di Q1 2017 dengan estimasi biaya proyek sebesar USD 800 juta. Proyek ini mendukung arahan pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatan dalam negeri dan penambahan nilai atas gas alam, disamping untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan penambahan produksi pupuk.

 ***

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Media Keuangan & Hubungan Investor:

Kanishk Laroya

VP Corporate Affairs & Investor Relations

Tel: +62 21 2988 5600

Fax: +62 21 2988 5601

Email: investor.relations@sep.co.id

Media Umum:

Sugiri Soedjijo

Corporate Secretary & Head of Legal

Tel: +62 21 2988 5600

Fax: +62 21 2988 5601

Email: corporate.secretary@sep.co.id