Artikel Terkait

September 26, 2022

ESSA melanjutkan kontribusinya terhadap Energi Bersih Masa Depan

Juli 27, 2022

ESSA Mencatatkan Kinerja Terbaik Perseroan

Juni 07, 2022

Berita Rilis ESSA RUPST 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2021

Oktober 19, 2020

Pengumuman RUPSLB

Paparan Publik Tahunan 2018

AZK_8535

 

Jakarta, 11 Desember 2018.

Pada tanggal 11 Desember 2018 PT Surya Esa Perkasa Tbk (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Paparan Publik Tahunan 2018 di Hotel JW Marriott Mega Kuningan Jakarta. Paparan Publik ini dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yaitu, Bapak Rahul Puri – Komisaris, Bapak Chander Vinod Laroya – Wakil Presiden Direktur & CEO, Bapak Ida Bagus Made Putra Jandhana – Direktur Pengembangan Bisnis, Bapak Mukesh Agrawal – Direktur Teknik, Bapak Isenta – Direktur Keuangan, Bapak Prakash Bumb – VP Finance, serta dihadiri pula oleh pemegang saham, investor dan media.

Dalam Paparan Publik Tahunan ini, Bapak Chander Vinod Laroya menyampaikan bahwa peningkatan harga LPG dan ammonia di pasar internasional didukung dengan efisiensi operasional Perseoran yang optimal telah menghasilkan peningkatan pendapatan dan laba Perseroan yang signifikan di tahun 2018.

Pada bulan Juli 2018, anak perusahaan Perseroan PT. Panca Amara Utama (PAU) telah berhasil mengoperasikan pabrik amonia berkapasitas 700.000 ton di Luwuk, Sulawesi Tengah. Hingga saat ini, PAU telah mengekspor 250.000 ton amonia sejak ekspor pertamanya pada bulan Juli 2018 yang akan membawa nilai positif bagi kinerja Perusahaan. Pabrik amonia saat ini beroperasi pada 16% di atas kapasitas dan telah memenuhi semua Uji Kinerja pada 18 Agustus 2018.

Pendapatan Perseroan di kuartal ketiga 2018 meningkat sebesar US$ 74,5 juta dibandingkan dengan US$ 22,7 juta pada periode yang sama di tahun 2017. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh dimulainya penjualan amonia, selain penjualan LPG dan biaya penanganan (“handling fee”). Seiring dengan peningkatan pendapatan, Harga pokok penjualan meningkat terutama karena produksi LPG yang lebih tinggi dan konsumsi gas yang lebih tinggi selama tahap uji awal pabrik ammonia. Namun demikian, profitabilitas Perseoran tetap kuat dengan peningkatan Laba Bersih konsolidasi sebesar US$ 15,4 juta untuk kuartal ketiga tahun 2018 dibandingkan US$ 0,9 juta untuk periode yang tahun lalu.

Sebagai pengakuan atas rekam jejak Perseroan menjaga tingkat keselamatan kerja, Perseroan telah menerima “Penghargaan Kecelakaan Nihil atau “Zero Accident Award” dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia selama 7 tahun berturut-turut, hal ini menegaskan kembali motto Perseroan yaitu “Keselamatan Kerja sebagai Hal Utama dan Tanpa Kompromi”. Selanjutnya, sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam memberikan dukungan kepada masyarakat setempat, PAU telah memberikan dukungan dan bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.