Artikel Terkait

September 26, 2022

ESSA melanjutkan kontribusinya terhadap Energi Bersih Masa Depan

Juli 27, 2022

ESSA Mencatatkan Kinerja Terbaik Perseroan

Juni 07, 2022

Berita Rilis ESSA RUPST 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2021

Oktober 19, 2020

Pengumuman RUPSLB

Presiden Jokowi Resmikan Groundbreaking Pembangunan Pabrik Amonia PT Panca Amara Utama Senilai US$ 830 Juta

 

Presiden Jokowi Resmikan Groundbreaking Pembangunan Pabrik Amonia PT Panca Amara Utama Senilai US$ 830 Juta

Proyek pabrik amonia PT Panca Amara Utama (anak usaha PT Surya Esa Perkasa Tbk) di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah merupakan inisiatif pengusaha domestik memimpin pengembangan salah satu proyek proyek industri terbesar di Indonesia selama dekade terakhir

Pada tanggal 2 Agustus 2015, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pemancangan tiang perdana (groundbreaking) pembangunan pabrik amonia milik PT Panca Amara Utama (PAU) di wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. PAU merupakan anak usaha dari PT Surya Esa Perkasa Tbk. (SEP), pengolah LPG pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (kode saham: ESSA).

Pabrik amonia yang akan dibangun di lahan seluas 192 hektar dengan nilai investasi sebesar US$ 830 juta tersebut merupakan komitmen PAU dalam mendukung kebijakan Pemerintah terhadap peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, terutama pemanfaatan gas bumi sebagai bahan baku utama pembuatan amonia.

Selain melakukan groundbreaking pabrik amonia milik PAU, Presiden juga meresmikan Mega Proyek Pertamina Terintegrasi yang termasuk Central Processing Plant yang dikelola oleh  JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOBPMTS), pengapalan cargo LNG pertama PT Donggi – Senoro dan operasi lapangan GG yang dikelola oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ).

Presiden Direktur PAU, Garibaldi Thohir, menjelaskan groundbreaking Pabrik Amonia yang dilakukan oleh Presiden RI menjadi bukti bahwa kehadiran pabrik ini memiliki peran penting dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya industri manufaktur nasional.

“Kami bersyukur kegiatan groundbreaking hari ini berjalan lancar. Semoga pembangunan pabrik amonia ini akan selesai tepat waktu dan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi dan Indonesia bagian timur”, jelas Garibaldi.

Garibaldi menjelaskan pabrik yang dibangun PAU ini akan memproduksi amonia, senyawa kimia yang digunakan dalam pembuatan pupuk, bahan peledak, asam dan produk petrokimia lainnya. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi amonia sebesar 700 ribu ton per tahun. Pasokan gas bumi berasal dari blok Senoro – Toili yang dioperasikan oleh JOBPMTS sebesar 55 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam pembangunan proyek tersebut, PAU menggandeng PT Rekayasa Industri, salah satu BUMN konstruksi ternama, sebagai kontraktor utama. Pabrik PAU akan menggunakan teknologi amonia paling mutakhir di dunia, yaitu KBR Reforming Exchanger System (KRES) dan Purifier dari Kellogg Brown & Root (Houston, Amerika Serikat) yang menggunakan energi dengan sangat efisien. Teknologi ini merupakan aplikasi yang pertama di Asia dan akan menempatkan Indonesia di baris terdepan dalam produksi amonia di dunia.

“Kami sangat bangga, karena produksi amonia dari pabrik di Kabupaten Banggai ini merupakan inisiatif lokal dan dikerjakan oleh kontraktor nasional. Proyek ini akan menjadi hasil karya dan kerja keras putra putri Indonesia dengan mengoptimalkan sumber daya alam nasional,” kata Garibaldi.

Proyek PAU Ciptakan Multiplier Effect

Proyek produksi amonia PAU diyakini akan menciptakan multiplier effect yang sangat positif bagi perekonomian Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian timur, terutama dalam aspek pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan bisnis sekaligus  juga menciptakan lapangan kerja di Banggai, Sulawesi Tengah.

“PAU memiliki komitmen tinggi untuk memberdayakan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Kami yakin dan berharap proyek ini akan berjalan dengan lancar sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal baik kepada masyarakat sekitar maupun kepada bangsa dan negara,” jelas Vinod Laroya, Direktur Eksekutif PAU.

Sebelumnya di tahun 2014, PAU telah mendapatkan pendanaan pinjaman sindikasi sebesar US$ 509 juta yang dipimpin oleh International Finance Corporation (IFC), sebuah organisasi terpercaya kepanjangan tangan dari Bank Dunia, beserta dengan 7 bank internasional.

“Investasi IFC di PAU merupakan yang terbesar di Asia dalam dekade terakhir dan menjadi kepercayaan kuat bagi PAU dan potensi investasi di Indonesia. Selain itu, dalam masa konstruksi PAU, konten lokal yang digunakan sangat tinggi – 61% dari Biaya Proyek dan 87% dari Beban Usaha yang akan diserap di Indonesia,” jelas Vinod.

Sementara itu, sebagai induk perusahaan, PT Surya Esa Perkasa Tbk. (SEP) memberikan dukungan penuh terhadap pabrik amoniak PAU di Indonesia Timur.

Isenta Hioe, Direktur PT Surya Esa Perkasa Tbk. mengatakan bahwa pabrik amoniak PAU memberikan nilai yang signifikan dalam memperkuat usaha Perseroan. Sebagai pemegang saham terbesar di PAU, fasilitas amonia akan berkontribusi terhadap kinerja SEP dan fundamental, sehingga akan memastikan pertumbuhan maksimum nilai perusahaan.

“Pabrik amonia PAU tidak hanya akan memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia, tapi juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan di Indonesia Timur. Sebagai pemegang saham, fundamental SEP tentu akan menjadi lebih solid dan menambah nilai perusahaan dalam jangka panjang,” kata Isenta.

Tentang PT Panca Amara Utama

PT Panca Amara Utama (PAU), adalah anak perusahaan dari PT Surya Esa Perkasa Tbk (SEP). SEP memiliki 60 persen saham PAU. SEP didirikan pada 2006 untuk menjadi perusahaan terdepan dalam bidang produksi LPG dan Kondensat serta berpartisipasi & mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan  kemandirian produksi LPG, petrokimia, kimia dan produk turunan gas.  Kegiatan usaha utama SEP adalah pemurnian dan pengolahan gas bumi untuk menghasilkan LPG (liquefied petroleum gas) dan Kondensat. SEP memiliki dan mengoperasikan kilang LPG terbesar kedua di Indonesia (tidak termasuk operator PSC), dengan fasilitas produksi berlokasi di Palembang yang telah beroperasi secara komersial sejak 2007. Pada 1 Febuari 2012, SEP menjadi perusahaan pengolah LPG pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (kode saham: ESSA).

PAU yang merupakan anak usaha SEP, akan membangun pabrik pupuk dengan memanfaatkan gas alam dari lapangan gas Senoro-Toili (Donggi-Senoro), Sulawesi Tengah, dan akan disuplai oleh JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, sebesar 55 MMSCFD. Gas bumi tersebut akan diproses untuk memproduksi amonia.

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Financial & Investors Relations Media
Kanishk Laroya
VP Corporate Affairs & Investor Relations
Tel: +62 21 2988 5600
Fax: +62 21 2988 5601
Email: investor.relations@sep.co.id

General Media
Sugiri Soedjijo
Corporate Secretary & Head of Legal
Tel: +62 21 2988 5600
Fax: +62 21 2988 5601
Email: corporate.secretary@sep.co.id