Artikel Terkait

September 26, 2022

ESSA melanjutkan kontribusinya terhadap Energi Bersih Masa Depan

Juli 27, 2022

ESSA Mencatatkan Kinerja Terbaik Perseroan

Juni 07, 2022

Berita Rilis ESSA RUPST 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2022

Mei 30, 2022

Rilis Kinerja ESSA Q1 2021

Oktober 19, 2020

Pengumuman RUPSLB

PT Surya Esa Perkasa Tbk. melaporkan kenaikan Laba Bersih sebesar 16,8% YoY untuk Semester 1 – 2013

PT Surya Esa Perkasa Tbk. melaporkan kenaikan Laba Bersih

sebesar 16,8% YoY untuk Semester 1 – 2013

 

Jakarta, 31 Juli 2013 – PT Surya Esa Perkasa Tbk. (“SEP” atau “Perseroan”), satu-satunya perusahaan publik Indonesia yang bergerak di bidang pengilangan LPG menyampaikan Laporan Keuangan konsolidasi (tidak diaudit) untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 (“1H2013”).

Ditunjang oleh kuatnya peningkatan produksi ini, dan secara konsolidasi, Perseroan mencatatkan Pendapatan sebesar USD 19,6 juta dan Laba Bersih USD 6,9 juta. Selama 1H2013, EBITDA dibukukan sebesar USD 12,0 juta.

SEP memproduksi LPG sebesar 21.493 metrik ton (“MT”) dan Kondensat sebesar 78.586 barel selama 1H2013, meningkat masing-masing sebesar 26,2% dan 33,8% dibanding 1H2012. Harga rata-rata penjualan LPG selama 1H2013 mengalami penurunan sebesar 10,8% menjadi USD 809 per MT dibandingkan harga LPG USD 903 per MT pada 1H2012. Harga rata-rata LPG selama 1H2013 lebih tinggi dari acuan Perseroan 2013 sebesar USD 750 per MT.

Dalam kesempatan ini, Perseroan juga ingin menyampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait perkembangan terakhir progres ekspansi kilang LPG Perseroan. Pada 19 Juni 2013, pekerjaan konstruksi telah dimulai dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dari 36.300 MT menjadi 61.000 MT. Penambahan produksi tersebut diharapkan dapat dimulai pada semester kedua 2014.

Perseroan juga telah menyelesaikan langkah penting terkait pendanaan atas entitas anak Perseroan, PT Panca Amara Utama (“PAU”). Pada tanggal 30 Juli 2013 Perseroan menandatangani Fasilitas Pinjaman sebesar USD 75 juta dengan PT Bank UOB Indonesia. Sebesar USD 65 juta dari dana fasilitas ini akan disuntikkan ke PAU sebagai ekuitas Perusahaan, sedangkan sisanya akan digunakan sebagai fasilitas perdagangan. Perseroan juga telah menyuntikkan dana sebesar USD 30,8 juta ke PAU, dan dengan tambahan USD 65 juta telah mengamankan 70% dari kebutuhan modal untuk PAU.

PAU telah mulai membangun fasilitas amoniak dengan kapasitas 700.000 MT per tahun di Sulawesi Tengah dan diharapkan mulai berproduksi komersial pada Q3 2015. Dengan perkiraan biaya proyek sebesar USD 750 juta, International Finance Corporation (“IFC”) memimpin pengaturan pembiayaan PAU melalui pinjaman sebesar USD 500 juta. Perusahaan akan menyampaikan kepada pemangku kepentingan terkait perkembangan-perkembangan besar lainnya atas perkembangan PAU dalam beberapa bulan mendatang.

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Kanishk Laroya

Corporate Secretary & Head of Investor Relations

Tel: +62 21 5790 3701

Fax: +62 21 5790 3702

Email: corporate.secretary@sep.co.id